Negara Miskin Ini Menjadi Sponsor Klub Liga Prancis

Bagi sebuah klub sepakbola di era modern, kekuatan finansial merupakan barang wajib jika ingin bersaing dengan klub lain dan mengejar prestasi. Karena itu, banyak klub yang memilih menjual diri kepada pemodal asing yang datang dengan seabrek dana segar.

Namun bagaimana jadinya jika pihak yang menjadi sponsor klub ini merupakan pengelola kepariwisataan dari salah satu negara termiskin di dunia? Hal inilah yang terjadi di klub Ligue 1, Metz.

Baru-baru ini Metz resmi mendapat sponsor dari negara Afrika, Chad. Hal ini terasa aneh karena Chad saat ini merupakan negara termiskin nomor empat di dunia. Berdasar World Food Programme, Chad berada di peringkat 73 dari 78 negara di daftar Indeks Kelaparan Dunia.

twit

Satu dari tujuh anak di Chad meninggal dunia sebelum menginjak usia lima tahun. Fakta ini merupakan salah satu angka kematian anak-anak tertinggi di dunia.

Dilansir AAP, Chad dikabarkan harus mengeluarkan uang senilai 12 juta euro alias setara dengan kurang lebih 175 miliar rupiah untuk menjadi sponsor di jersey Metz. Meski demikian, kabar ini dibantah oleh Menteri Olahraga Betel Miarom.

Tulisan ‘Chad: Oasis of the Sahel’ di dada pemain Metz dipilih untuk menarik wisatawan mengunjungi Chad. Pemerintah Chad sendiri menyatakan bahwa dana untuk menjadi sponsor Metz dikeluarkan oleh beberapa perusahaan lokal.